And i tried my best to fight you dear
And though I’ve lost I’m standing here
So i’ll close my eyes and face my fears
And though you’re my plague i’m standing here

It’s hidden, and we won’t find it tomorrow or anytime soon.

But I believe it’s waiting to be opened by us.

July 10th. Udah tiga bulan ngga sempet nulis. Padahal banyak yang pengen ditulis tapi jatuhnya lupa, lupa, dan lupa lagi.

I remember I told this to my ex, 5 years ago. “Someday, I want to be a writer. It’s fun to share experience and knowledge with other people.” But turn out, ngga kesampean juga. Kalo emang ngga niat, walaupun udah kepengen, it’s almost impossible baby.

Anw, sudah setahun gue berada di lingkungan kampus. WHEW! Ngga kerasa dulu masih jadi maba dan sekarang udah nyambut adek-adek baru. Tentu ada beberapa pelajaran yang didapet dari setahun ini.

1. When people talk negative about you, reply it with action. - Masuk lingkungan dan langsung dapet stigma negatif itu berat. Lo jadi bingung mau ngobrol, mau main, kagol dan tengsin mau nggabung. My seniors told me: jangan canggung, tetap terbuka, dan buktikan dengan aksi nyatamu. Orang akan diam ketika melihat lo bertindak, karena mereka membicarakan elu berdasarkan apa yang mereka dengar, bukan mereka rasakan sendiri.

2. Stress management is important. - Time management? Itumah wajar. Stress management yang penting. Lo harus sadar seberapa kuat lo menghadapi tekanan bertubi-tubi, dan cara lo menenangkan diri. Gue sempet mengalami stress yang cukup berat, dimana kerjaan numpuk-numpuk dan bermasalah. Dalam kondisi gini, gue pasti “ngilang”. Semakin berat pikiran gue, semakin lama gue bisa ngilang. Menyelesaikan masalah? Ngga. Nenangin pikiran doang. Then I learned, you can’t just hide away. Find your most trusted partner and share everything.

3. Treat people differently, because each people has its own sensitivity. - Belajarlah mengerti keragaman orang dan cara menghadapinya. Semakin heterogen sebuah lingkungan, lo harus paham how to treat them differently. Belajar dari mana? Experience, baik dari lo sendiri atau orang lain.

4. Never share your dreams. - Pasti setiap dari kita punya mimpi, dan terkadang kita nemu orang yang punya mimpi yang sama. Jangan sampe lo ketergantungan sama orang itu, mentang-mentang sama terus mau dijalanin bareng. Mimpi lo tetep usaha lo sendiri, orang lain hanya membantu memberikan jalan atau membukakan pintu. Semua bergantung ama kemauan lo sendiri.

5. Never protect others’ fault by lying.  -Everyone has its own responnsibility. Jangan berusaha menutupi atau melindungi kesalahan orang lain dengan elu “berbohong”. Jatuhnya bakal sakit, sakit banget. Ketika temen lo salah, tegur, ingetin, bantu. Jangan ditutupin terus lo ambil alih.

6. Your closest isn’t the most trusted one. - I wont share a lot, but it is important one to know who’s friends and real friends.

Enough? Yep. That’s just what I experienced and it might vary for you. I just wanna share it.

Anw, udah ah ngantuk, mau sahur juga. Yang penting udah ngepost lagi.

Bye!

Had spent several months solving the puzzle,

then the gravity failed.

– View on Path.

"What makes a person expert? That person had failed many times" - Mrs Rika, QMDM lecturer.

Kita belajar dari kegagalan, bukan dari keberhasilan.

Kita belajar berinteraksi orang ketika kita berseberangan dengan orang.

Kita belajar menahan emosi ketika kita ditekan orang lain.

Kita belajar mengenai orang lain ketika kita bermasalah dengannya.

Kita mengerti pentingnya hitam di atas putih ketika kita dirugikan.

Beberapa minggu ini adalah minggu hectic buatku, ketika banyak masalah, pekerjaan, dan tuntutan datang bersamaan. 

Awalnya, kondisi ini ngga nyaman banget, bekerja di situasi yang ngga kondusif. Tapi aku sadar, justru dari kondisi inilah aku banyak belajar.

Ngga ada gunanya ngambek dan mutung ketika kita ngga cocok sama orang. Masalah ngga akan selesai kalo kita diam aja. Dalam kondisi apapun, apalagi masalah personal, tetaplah berusaha profesional ketika kamu perform. Even kamu ngga suka sama orangnya, tapi tetap berusalah semaksimal mungkin.

Dan hal yang paling penting yang aku pelajari: “Kamu ngga sendiri. Kamu bersama oranglain. Terbukalah. Masih ada yang peduli dengan kamu.”

Light it up: ME Equipment’s Lantern. | Letih dan lelah 6 bulan ini buat prepare acara selama minggu ini terbayar sudah. Terimakasih buat semua panitia yang udah bekerja sama untuk keberhasilan acara inu. Sungguh merupakan sebuah kebanggaan dan kebahagiaan bisa bergabung di Management’s Events. Thank you. Love you. – View on Path.

at Bukit Bintang

Halo, Jogja, aku rehat sejenak ya dari kerumitanmu. with Gerald, Daniyyah, Ivana, Bagus, Leticia Bella Putri, and Galih Arumsari at Bukit Bintang – View on Path.